Memaksimalkan Potensi Kebaikan
Sebagai manusia biasa tentunya kita tak akan pernah luput dari segala kesalahan. Di nilai dari segi potensial manusia memang mempunyai peran yang positif maupun negative. Dan sisi positif itu adalah suatu kebaikan yang membawa kita ke ladang amal duniawi yang menjadi tabungan kita kelak di akhirat sedangkan peran negatifnya adalah kejelekan/kejahatan yang membawa kita tersesat/dosa. Sungguh tiada manusia yang sempurna, ada kelebihan(kebaikan) pasti ada kelemahan(kejelekan). Setiap orang pasti mempunyai sisi kebaikan maupun keburukan. Ada sifat dominan tentang hal tersebut seperti halnya dengan bakat seseorang, ketika kita punya bakat dan kita bisa memaksimalkannya maka hasil yang dicapai tentunya lebih baik.
Segala yang ada di dunia ini semua adalah ciptaan-Nya. Dia menciptakan kebaikan dan kejahatan untuk menguji hamba-hamba-Nya. Jika manusia bisa atau lolos mengatasi ujian_Nya maka dia akan semakin kuat nilai keimanan yang ada pada dirinya begitu sebaliknya jika manusia tidak lolos dalam mengatasi ujian maka dia akan semakin jatuh dan sulit untuk bangkit. Kebaikan maupun keburukan adalah bagian takdir_Nya, namun harus kita ketahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengejar kebaikan dan bukan keburukan. Dia menguji ketaatan dan kemampuan kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk agar kita semakin kuat dan jangan sampai menurunkan tingkatan kita atau meragukan-Nya.
Tingkat kita didunia ini adalah untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk . Namun Sang Pencipta tidak pernah berada pada tingkatan tersebut, Dia Maha Agung dan diatas segala pembatasan itu. Artinya bahwa manusia akan selalu berada dalam kategori itu, siapapun kita dan apapun yang telah kita capai, pengalaman membuat kita bisa merasakan perbedaan antara yang baik dan yang buruk.
Alloh SWT sang Pencipta. Adalah hak-Nya untuk memberi ujian bagi hamba-hamba-Nya. Dia bebas dan tidak dibawah perintah siapapun dan Dia melaksanakan apa yang dikehendaki sesuai Kearifan yang dimiliki-Nya. Tak ada apapun yang dapat memerintah Dia, justru Dialah yang memerintah semuanya - dan Dia memerintah kan kita untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.
Hidup ini penuh dengan berbagai macam kebaikan dan keburukan, disetiap ada kesempatan untuk menguji kesetiaan kita pada kebaikan atau jatuh pada godaan dari nafsu setan. Setiap hari cobaan-cobaan itu harus kita hadapi. Allah berfirman : " Aku akan memberi ujian pada hamba-hamba-Ku." Kalian tidak boleh mengatakan kenapa?", Sehingga jelas ujian dan cobaan sudah menjadi kehendaknya yang tidak perlu kita pertanyakan/diperdebatkan lagi, sebagaimana Allah telah jelas mengatakan : untuk menguji hamba-hamba-Nya, Jika kalian tidak mampu membedakan antara yang baik dan buruk maka kalian berada pada level hewan, dan tidak ada tanggung jawab bagi apa yang kalian lakukan.
Tapi, jika kalian menganggap diri sebagai seorang manusia yang cerdas dan berakal dan perasaan, maka kalian harus sadar bahwa kita punya tanggung jawab dan harus bisa menjawab pertanyaan," Mengapa kalian melakukan sesuatu yang buruk ?" Kebaikan dan keburukan memang selalu melekat di setiap jiwa manusia, sehingga disetiap kita punya peluang berbuat kebaikan maka lakukanlah untuk berbuat baik walau sekecil apapun selagi kita masih bisa mampu untuk melakukanya karena kebaikan sekecil apapun akan diperhitungkan oleh Alloh SWT di akhirat dan itu sudah jelas dalam kita suci Al-qur'an. Dan hindarilah suatu keburukan karena keburukan merupakan sumber keresahan yang membuat kita melakukan perbuatan dosa. Semoga kita selalu bisa memaksimalkan kebaikan dan mengesampingkan keburukan yang kita miliki.Aminnn
***disadur dari berbagai sumber***


